Dia
tua dan berumur setengah abad, berkulit keriput dan lemah fisiknya tetapi dia
akan tetap kuat didepan semua orang yang dia sayangi. Dan sekarang nenek akan
tersenyum sepanjang hari untuk kesekian kalinya. Siapa yang tidak senang jika
hari ini hari idul fitri? Ya memang semua orang akan berbahagia karna dimana
dihari itu kita dapat berkumpul dengan keluarga, yang dekat rumahnya maupun
yang jauh rumahnya.
Sama
dengan ceritaku hari ini, hari ini adalah hari idul fitri, dimana semua
keluarga berkumpul dirumah nenek. Bahkan paman yang berada di medan dan sepupu
yang berada di Surabaya datang untuk menjenguk dan mengunjungi nenek kita
tercinta .” Assalamualaikum..” beregas memeluk nenek. Dengan senyum sumringah
nenek menyambutku.
Dengan
senyum yang lebar di wajah yang keriputnya itu, dia menanti kedatanganku yang
dari pinrang ke Makassar . dan untuk meluangkan waktu bagi keluarga semua
biasanya membutuhkan waktu 1 pekan. Duh, pasti akan lelah sekali disetiap
harinya melakukan kegiatan bersama- sama.
Dan
kegiatan pertama kita dimulai dengan malam takbiran kita semua berkumpul
diruang keluarga yang tidak terlalu besar dan nyaman dilengkapi dengan masakan
nenek dan mama kita makan bersama dengan menonton film, sedangkan adek-adek
sedang bercandaria dan bapak-bapak bercerita –cerita.
…
Dan
keesokan harinya. Yahh, biasanya ketika banyak orang dirumah di pagi hari kita
semua sibuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat idul fitri. Tetapi
adki ku susah untuk dibangunkan dan ia tidak mau mandi pagi “Bundaa, ngak mau”
dia berguling-guling di tempat tidur dengan menutup matanya “Ayolah nak sudah
mau pergi semua orang, yuk!” dengan kesekian kalinya tante membangunkannya.
Seperti
yang dilakukan semua orang kita bersalaman dengan tetangga sekitar rumah nenek
dengan datang kerumahnya untuk sekedar menyicipi makanana tetangga yang
notabenenya semua pasti telah memasak banyak makanan. HAHAHA*tertawalicik
Dan
kami semua berkumpul dirumah nenek untuk bersiap-siap kerumah sepupu-sepupu
ataupun keluarga yang berada di Makassar dan itu membutuhkan seharian penuh.
Lelahnya, tetapi mungkin semua bisa terbayarkan dengan uang THR yang diberikan
oleh sepupu tua kami. Ada banyak jenis uang ada yang 5rb, 10rb bahkan 100rb.
Duh senangnya. Dan setelah terkumpul banyak, saya mengumpulannya untuk
keperluan tertentu*iknowwhtaimean
Dengan
uang THR itu, malamnya semua sepupu ingin jalan jalan ke Mall untuk nonton dan
berbelanja sesukanya. “Dek, mau ke bioskop. film apa yang terbaru di bioskop?”
Mba Jessi bertanya. “Ok mba, nanti liat aja di sana apa yang ada aja” Aku
menjawab.
Sampai
di mall yang bapak berkata “Yang ingin berbelanja, berbelanjalah. Yang mau
nonton, nontonlah, dan yang mau makan makanlah. Jam 11 di depan lotte kita
ketemu yah” “OK” semuanya menjawab.
Saya,
mba jessi dan yang lainnya telah menuju bioskop XXI. Tetapi, kita singgah dulu
untuk membeli pop crown. Aku menuju kasirnya “mba SINGEL jam brapa?””Jam 20.00.
30 menit lagi. Bagaimana?”Si kasir itu menjawab yang ku tahu namanya Irma( yang
kulihat dari nametagnya).”Ok mba. Untuk 5 Orang
di kursi F bagian kanan”. Setelah melakukan transaksi di ksair, aku
lansung mejuku ke kakak-kakak sepupu ynag sedang menunggu dengan Hp di tangan
mereka masing-masing (Oh, membosankannya).
Teapat
jam 21.00, aku mendapat massege dari bapak bahwa kita akan makan malam bersama
di rumah makan Obe. Dan saya beserta kakak2 aku bergegas untuk
menemui semua keluargaku. Sampai disana ternyata semua keluargaku telah
berkumpul disana, akupun langsung bergegas duduk dikursi yang telah disediakan
“ kamu mau makan apa? Langsung tanya mba-nya saja?” mama bertanya, yah biasalah
kalau direstoran begini yang cuma cocok untuk dilidah itu Cuma Nasi Goreng Seafood, Mie goreng ataupu
yang lainnnya. Tetapi, aku mamilih untuk memakan Nasi Goreng Seafood saja “ mba
Nasi Goreng Seafoodnya 1” sambil melambaikan tangan ke pelayannya.
Setelah
makan kami pun langsung pulang kerumah masing-masing. Sampai dirumah akupun langsung
menuju ke kamar dan bersiap-siap untuk tidur, yah seperti biasanya rutinitas
remaja (ganti pakaian-cucikaki-cucimuka-langsungtidur) dan akupun langsung
tidur dengan nyenyak.
...
Tidur
ku terganggu dengan keributan yang ada diluar kamarku. Aku mencoba tidur kembali
tetapi diluar sangat ribut, dan akhirnya akupun putuskan untuk bangun dari
tidurku. Dan ternyata sekarang pukul 07.30 dan entah ada acara apa mengapa
dirumah terlalu ribut, aku menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka. Keluarku
dari kamar mandi, mama sudah ada di depan lemari ku entah apa yang dilakukan
dengan deretan bajuku yang tergantung disana “mamam ada apa?” sambil menuju ke
mamaku “kenapa kamu masih begini? Kenapa belum mandi? Apa tidak mau ikut?”mama
bertanya. Dengan bingun ku “mau kemana mama?”sambil mengeluarkan baju yang akan
ku pakai katanya. “kita akan ke rumah Cia(mamanya nenekku). Pakai ini. Sana
mandi” sambil memberikan ku baju yang dipilikannya dan mendorongku menuju ke
kamar mandi.
Setelah
30 menit keluarlah aku dari kamar dengan baju yang lain dari yang dipilihkan
oleh mamam dan semua keluarga telah bergegas ke mobil menuju rumah Cia.
Sampainya
disana semua keluarga besar Atoku(H.Said) berkumpul dan yang aku lakukan
pertama kali adalah untuk bertemu Cia bersama nenek ku. Nenek ku memelukku di
pundak dan memperkenalkan ku kesekian kalinya ke Cia.”ini mutia cucuku, anaknya
Olivia” sambil aku salim ke Cia memeluknya dan menciumnya. Setelah itu aku
berkumpul bersama keluarga yang lainnya.
Saat aku mengambil kue dimeja, aku bertemu dengan om ku namanya om hari, waktu
kecil itu aku dekat dengannya dan sekarang dengan jarak yang sudah jauh dia di
Makassar ataupun mungkin di Jakarta sedangan saya di Pinrang jadi tidak terlalu
akrab. “bagaimana sekolahnya? Kelas berapa sekarang?” aku menjawab “Heheh baik,
kelas 1 SMA” sambil berjalan duduk berkumpul lagi dengan kakak sepupu yang
lainnya sambil bercanda ria mengingat masa kecil dan mengambil gambar untuk
kenang-kenngan.
Selepas
dari rumah Cia pukul 17.00 tanpa tujuan tertentu kami terjebak di jalan karna
macet, biasalah sekarang sudah pukul 17.00 semua orang kantoran sudah pulang.
Jadi kami memutuskan untuk ke pantai losari sambil menikmati sunset dengan es kelapa muda sedangkan
adik ku yang berumur 5 tahun bermain mobil-mobilan remot yang ada disana.
Setelah matahari terbenam sempurna menampakkan langit biru yang kehita-hitaman
dengan Adzan yang telah di kumandangkan di mesjid terapung yang berada di tidak
jauh dari pantai losari.
Setelah
sampai dirumah aku dengan adik-adikku dengan tanteku sedang berada di ruang
keluarga menonton acara yang membuat kami semua tertawa sambil memakan martabak
yang dibeli saat perjalanan pulang kerumah, dan tak terasa sekarang sudah larut
malam aku mengantar adikku untuk masuk kekamarnya untuk tidur. Selepas itu aku
menuju ke kamar untuk tidur tak lupa untuk mencuci kaki, mencuci muka, dan
berganti pakaian lalu tidur tanpa lupa membaca doa juga.
…
Keesokan harinya kami
semua telah bersiap-siap untuk pergi liburan dengan keluarga kecilku yaitu ke
pantai Bira yang telah direncanakan beberapa hari yang lalu karna saudara
mamaku yang datang dari Medan ingin jalan-jalan. Semuanya sudah masuk di mobil,
dan yang kupikirkan bahwa Makassar ke pantai Bira itu dekat hanya memakan waktu
2-3 jam saja tetapi ternyata memakan waktu kurang lebih 5-6 jam sungguh
melelahkan.
Aku tiba disana sore
hari, dan sekarang aku sedang mengambil gambar di pantai bira bersama mba jessi
dan tante saya. Dan Sunset telah tiba aku menggandeng kedua sepupuku yaitu Dira
dan Fira yang dari medan itu. Oh ya! Saudara mama saya itu namanya om Chairi
mempunyai anak yang seperti dengan anak mamaku yaitu aku dengan jihan dan Fira
dengan Dira. Kesamaannya yaitu Aku dengan Dira terbilang putih, pendiam, dan
mempunyai rambut yang kriting gatung, sedangkan Jihan dan Dira yaitu Hitam
manis, rambutnya lurus dan tebal, dan mudah bergaul, yah itulah yang terlihat
sama. “kakak kepantai mau?” fira bertanya “ mau kepantai. Fira mau ikut?” jawab
ku kefira “iya kakak.ayok” sambil menarik-narik tangan ku. Sampainya di pantai
aku hanya berjalan di pesisir pantai tanpa memakai sandal sedangkan dua adik
sepupuku itu sedang bermain pasir. Dengan angin laut yang berhembus dan pasir
yang lembut untuk di tapaki dengan kaki telanjang aku terus berjalan menikmati
indahnya senja di pantai bira.
Langit sudah berubah
menampakkan kedinginan malamnya. Di penginapan yang sederhana tetapi tetap
membuat nyaman aku sedang berada di balkon menikmati angin malamnya, sedangkan
semua keluarga ku diruang keluarga bercerita dan ada juga yang menonton. Yah
aku memang menyukai ketenangan sambil mendengarkan lagu. Tak lama diluar aku
dipanggil untuk masuk karna cuaca yang dingin “kenapa disini ayok masuk?” bapak
ku memanggil ku “ok” sambil mengikuti langkahnya masuk ke rumah.
Di ruang keluarga bapak
ku bercerita “Haha aku ingat waktu jihan di Aqiqah” aku bertanya “ kenapa?”
bapak ku mulai bercerita bahwa, waktu jihan adikku itu di Aqiqah saat ingin
menyembelih kambingnya, kambingnya lari sampai keluar komplek perumahan dan
bapakku dan omku mengejarnya, dan akhirnya pada hari –H Aqiqah subuh hari bapak
ku langsung mencari kambing untuk disembelih karena acara aqiqahnya jam 10
pagi. Semua orang tertawa om, tante dan lainnya tertawa. Tak sadar bahwa sudah
larut jadi bapak langsung menyuruh kita semua untuk tidur .
…
Keesokan harinya, aku
bangun pagi seklai untuk menyaksikan sunrise di pantai. Tanpa mandi hanya
dengan cuci muka aku langsung keluar untuk menyaksikan sunrise dan yang benar
saja sunrise sangat indah. Entah berapa lama aku sudah duduk di bibir pantai
sambil mendengarkan music, tetapi aku tersadarkan dengan perutku yang meminta
untuk diisi akhirnya aku kembali ke penginapan. Sampai disana mama juga sudah
membuat sarapan jadi akupun langusng duduk dan makan saja, mama menuangkanku
minum dan bertanya “kemana saja? dari tadi dicari tapi tidak ada” aku
menyuapkan satu sendok nasi goreng lalu menjawab “aku dari pantai melihat
sunrise” dan mama hanya ber-Oh ria.
Seteah aku mandi dengan
pakaian yang santai untuk ke pantai Dira
datang dan bertanya “kaka mau ke pantai Dira mau mandi-mandi” langsung saja aku
menggendongnya dan menjawab “ayok”. Tak lama berendam dan bermain air bersama
sepupuku. Bapak memanggil ku untuk naik bananabot dengan sepupu2
kami naik 7 orang dan aku berada pada barisan ke 3 dan kakak sepupuku Ita
berkata pada pengendara speadnya “mas jangan dikasih jatuh nanti” mas-masnya
meng-ok nya saja.
Saat naik bananabot
kakak sepupuku yang dibelakangku berteriak ketakutan “YA ALLAH!! ALLHUAKBAR!!
MAMA!!” dia teus mengulanginya sampai bananabotnya sampai, iya juga sih karna
bananbotnya terlalu cepat. Dan saaat sudah naik bananabot adikku juga mau
tetapi tidak ada yang menemaninya jadi bapakku kembali mengajakku untuk bermain
tapi kali ini donatbot. Tapi menurutku donatbot ini yang paling menakutkan
karna donatbot ini kayak terbang ini hanya memuat 4 orang jadi yang naik itu
aku, jihan(adikku), omku, dan bapakku. Yang duduk di depan yaitu bapakku dan
omku sedangkan yang dibelakang yaitu aku dan jihan. Saat di atas itu aku merasa
takut kaget karna saat setengah jalan donatbotnya itu terbang dan sedikit saja
aku terlempar ke laut Astagfirullah.
Setelah selesai
dipantai kami semua bergegas pulang dan sampai di Makassar itu sangat larut
malam. Duh capeknya! Tetapi menyenangkan.
Di Makassar aku tidur
dengan nenekku. Sebenarnya akulah yang paling manja ke nenekku mungkin karna
aku cucu petamanya*Haha.
…
Dan keesokn harinya
dengan jadwal yang telah ditentukan bahwa aku akan pulang bersama keluarga
kecilku. Setelah menyiapkan semua barangku aku tetap mengeceknya lagi apakah
ada yang ketinggalan, setelah pasti bahwa tidak ada barang yang ketinggalan aku
membawanya masuk ke dalam mobil.
Memeluk nenekku “Pulang
dulu nek, nanti liburan sekolah datang lagi” mencium kedua pipiku sambil
berkata “Belajar baik-baik ki nak supaya bisa kuliah nanti” aku hanya tersenyum
saja, belalu langsung ke Bamboku (kakekku) dan dia hanya mengatakan belajar
yang baik, setelah ritual salam-salaman untuk pulang, akhirnya aku pulang ke
pinrang yang memakan waktu kurang lebih 5 jam.
Akhirnya sampai di
pinrang dengan selamat. Ini adalah ceritaku, pengalamanku yang paling berkesan.
Akhir cerita “Hanya keluarga yang dapat membuatmu bahagia”.
Sekian
0 komentar:
Posting Komentar